Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI PANGKALAN UDARA LAS PALMAS, LIMA (PERU) 21 Januari 2018 : HATI-HATI DENGAN SINDROM YUNUS


"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu" (Yun 3:2). Dengan kata-kata ini, Tuhan berbicara kepada Yunus dan menyuruhnya berangkat ke kota besar itu, yang akan dihancurkan karena banyak kejahatannya. Di dalam Injil, kita juga melihat Yesus berangkat ke Galilea untuk mewartakan Kabar Baik (bdk. Mrk 1:14). Kedua bacaan tersebut mengungkapkan Allah yang mengalihkan pandangan-Nya ke kota masa lalu dan kota masa kini. Tuhan berangkat melakukan perjalanan : ke Niniwe, ke Galilea, ke Lima, ke Trujillo dan Puerto Maldonado ... Tuhan datang ke sini. Dia berangkat untuk masuk ke dalam sejarah pribadi dan nyata kita. Kita merayakannya belum lama ini: Dialah Imanuel, Allah yang senantiasa ingin bersama kita. Ya, berada di sini, di Lima, atau di manapun kalian tinggal, dalam rutinitas hidup dan pekerjaan sehari-hari kalian, dalam mendidik untuk berpengharapan yang kalian berikan kepada anak-anak kalian, di tengah cita-cita dan kecemasan kalian; dalam privasi rumah dan suara jalanan-jalanan kita yang memekakkan telinga. Di sanalah, di sepanjang jalan-jalan sejarah yang berdebu, Tuhan datang untuk bertemu kalian masing-masing.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI HUANCHACO, TRUJILLO (PERU) 20 Januari 2018

Negeri ini memiliki cita rasa Injil. Segala sesuatu di sekitar kita, dengan latar belakang lautan yang sangat luas ini, semakin membantu kita untuk memahami pengalaman yang dimiliki oleh para rasul bersama Yesus dan kita juga diundang untuk menghidupkannya kembali. Saya senang mengetahui bahwa kalian berasal dari berbagai wilayah di Peru utara untuk merayakan sukacita Injil ini.

Murid-murid tersebut, seperti kebanyakan dari kalian hari ini, mencari nafkah dari menjala ikan. Mereka pergi ke perahu, seperti beberapa orang dari kalian yang terus-menerus pergi ke caballitos de totora kalian (perahu gelagah tradisional), karena alasan yang sama seperti yang kalian lakukan : untuk memperoleh roti harian kalian. Sebagian besar kelelahan harian kita persis berkaitan dengan hal ini : berusaha menunjang keluarga-keluarga kita dan memberi mereka dengan apa yang akan membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI KAMPUS LOBITO, IQUIQUE (CILI) 18 Januari 2018


"Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya" (Yoh 2:11)

Inilah kata-kata terakhir dari Injil yang baru saja kita dengar, yang menggambarkan penampilan Yesus di muka umum : di sebuah pesta, kurang lebih. Tidak mungkin sebaliknya, karena Injil adalah undangan terus menerus untuk bersukacita. Sejak awal, malaikat mengatakan kepada Maria : "Bersukacitalah!" (Luk 1:28). Bersukacitalah, ia berkata kepada para gembala; bersukacitalah, ia berkata kepada Elisabet, seorang perempuan tua dan mandul ...; bersukacita, Yesus berkata kepada penjahat, karena hari ini kamu akan menyertai Aku di surga (bdk. Luk 23:43).

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI BANDARA MAQUEHUE, TEMUCO (CILI) 17 Januari 2018


Mari, Mari” [Selamat pagi!]

Küme tünngün ta niemün” [“Damai sejahtera bagi kamu!" (Luk 24:36)]

Saya bersyukur kepada Allah karena telah mengizinkan saya untuk mengunjungi bagian yang indah dari benua ini, Araucanía. Araucanía adalah tanah yang diberkati oleh Sang Pencipta dengan lahan-lahan hijau yang sangat luas dan subur, dengan hutan-hutan yang penuh dengan araucaria yang mengesankan - "pujian" kelima yang ditawarkan oleh Gabriela Mistral ke negeri Cili ini[1] - dan dengan gunung-gunung berapinya yang tertutup salju yang megah, danau-danaunya dan sungai-sungainya yang penuh dengan kehidupan. Pemandangan ini melambungkan kita kepada Allah, dan dengan mudah melihat tangan-Nya dalam semua ciptaan. Banyak generasi telah mengasihi tanah ini dengan rasa syukur yang sungguh-sungguh. Di sini saya ingin berhenti sejenak dan menyapa khususnya para anggota masyarakat Mapuche, juga masyarakat adat lainnya yang tinggal di negeri selatan ini : suku Rapanui (dari Pulau Paskah), suku Aymara, suku Quechua dan suku Atacameños, dan banyak suku lagi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI TAMAN O'HIGGINS, SANTIAGO (CILI) 16 Januari 2018

"Ketika Yesus melihat orang banyak itu ..." (Mat 5:1). Dalam kata-kata pertama Injil hari ini tersebut, kita menemukan bagaimana Yesus ingin berjumpa kita, cara di mana Allah senantiasa mengejutkan umat-Nya (bdk. Kel 3:7). Hal pertama yang dilakukan Yesus adalah memandang dan melihat wajah umat-Nya. Wajah itu membangkitkan kasih Allah yang mendalam. Hati Yesus tidak tergerak oleh gagasan atau paham, tetapi oleh wajah, pribadi. Dengan kehidupan berseru kepada Sang Kehidupan yang ingin diberikan Bapa kepada kita.