Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 27 April 2017 : ORANG-ORANG KRISTIANI DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KETAATAN

Bacaan Ekaristi : Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36.

Dalam homilinya selama Misa harian Kamis pagi 27 April 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus merenungkan fakta bahwa menjadi orang kristiani bukanlah sebuah status sosial. Beliau mengatakan bahwa orang-orang kristiani harus menjadi saksi-saksi ketaatan kepada Allah, seperti Yesus.

Mengacu Bacaan Pertama liturgi hari itu (Kis 5:27-33), Paus Fransiskus, mengutip kata-kata Petrus di depan Mahkamah Agama, mengatakan, "Kalian harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 25 April 2017 : INJIL HARUS DIWARTAKAN DENGAN KERENDAHAN HATI

Bacaan Ekaristi : 1Ptr. 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk. 16:15-20

Injil harus diwartakan dengan kerendahan hati, mengatasi godaan kesombongan. Itulah nasihat Paus Fransiskus dalam homilinya pada misa harian Selasa pagi 25 April 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Liturgi hari itu bertepatan dengan Pesta Santo Markus pengarang Injil.

Bapa Suci berbicara tentang perlunya orang-orang kristiani "pergi mewartakan" Kabar Baik. Seorang pengkhotbah, beliau mengatakan, harus selalu berada dalam sebuah perjalanan, dan tidak mengusahakan "polis asuransi", mengusahakan keamanan dengan tetap tinggal di satu tempat.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 24 April 2017 : KETERWUJUDAN IMAN

Bacaan Ekaristi : Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8.

Jangan pernah lupa bahwa iman kita itu berwujud, dan menolak berkompromi dan idealisasi. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Senin pagi 24 April 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus merenungkan kebebasan yang diberikan Roh Kudus kepada kita, yang menyebabkan pewartaan Injil yang tanpa kompromi atau kaku.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA PASKAH 16 April 2017 : KEBANGKITAN BUKAN SEKEDAR PERAYAAN TETAPI MERUPAKAN SUMBER KEHIDUPAN KEKAL

Bacaan Ekaristi : Kis 10:34a,37-43; Mzm 118:1-2,16ab-17,22-23; Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9

Dalam homilinya pada Misa Hari Raya Paskah, Minggu 16 April 2017, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan umat kristiani bahwa Kebangkitan adalah batu penjuru iman kita - dan bahkan dalam menghadapi tragedi dan penderitaan yang sukar dijelaskan di dunia, kita dapat memaklumkan, “Kristus telah bangkit!”.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA VIGILI PASKAH 15 April 2017

Bacaan Ekaristi : Kej. 1:1-2:2 (Kej. 1:1,26-31a); Kel. 14:15-15:1; Yeh. 36:16-17a,18-28; Rm. 6:3-11; Mat. 28:1-10.

“Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu” (Mat 28:1). Kita bisa menggambarkan mereka ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka ... Mereka berjalan seperti orang-orang yang sedang pergi ke pemakaman, dengan langkah yang tidak menentu dan gontai, seperti orang-orang yang merasa sulit untuk percaya bahwa inilah bagaimana semuanya berakhir. Kita bisa menggambarkan wajah mereka, pucat dan berurai air mata. Dan pertanyaan mereka : Dapatkah Kasih benar-benar telah wafat?