Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 9 Desember 2016 : KEKAKUAN DAN KEDUNIAWIAN ADALAH BENCANA BAGI PARA IMAM

Bacaan Ekaristi : Yes. 48:17-19; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mat. 11:16-19

Para imam perlu melayani sebagai perantara kasih Allah yang otentik, bukan sebagai bukan sebagai penengah - "berjalan di antara" atau "orang tengah" - hanya menyangkut pengutamaan kepentingan mereka sendiri. Itulah pokok homili Paus Fransiskus selama Misa harian Jumat pagi, 9 Desember 2016, di kapel Casa Santa Marta, Vatikan. Peran perantara bukanlah sebagai penengah - dan para imam dipanggil untuk menjadi sediakala untuk umat mereka:

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 6 Desember 2016 : KEGELAPAN BATIN TIDAK DAPAT DIISI DENGAN PENGHIBURAN DARI LUAR

Bacaan Ekaristi : Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14.

Barangsiapa yang tidak mengenal kelembutan Allah tidak mengenal ajaran kristiani. Inilah inti homili Paus Fransiskus dalam Misa harian Selasa pagi, 6 Desember 2016, di Casa Santa Marta, Vatikan. Sebuah homili yang berfokus terutama pada sosok Yudas, gambaran injili domba yang hilang.

Mengacu pada Bacaan Injil hari itu (Mat 18:12-14) yang menceritakan perumpamaan tentang domba yang hilang, Paus Fransiskus berbicara tentang bagaimana Tuhan tidak pernah berhenti mencari kita.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 5 Desember 2016 : YESUS MEMBAWA PERUBAHAN SEJATI DAN MEMPERBAHARUI HATI

Bacaan Ekaristi : Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26.

Marilah kita membiarkan diri kita diubah oleh Kristus; marilah kita membiarkan diri kita dapat diciptakan kembali, membebaskan kita dari dosa-dosa kita. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Senin pagi 5 Desember 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus memusatkan homili pada tema pembaharuan yang dibawa Tuhan. Paus Fransiskus menempatkan kita untuk waspada terhadap lukisan atas dosa-dosa kita tanpa benar-benar merasa malu di dalam hati kita. Hanya dengan menyebut dosa-dosa dengan nama mereka, beliau mengatakan, kita akan dapat membiarkan Allah menjadikan kita wanita dan pria baru.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 1 Desember 2016 : KENDALA-KENDALA TERSEMBUNYI YANG MENGHALANGI RAHMAT PERTOBATAN

Bacaan Ekaristi : Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.

Dalam homilinya selama Misa harian Kamis pagi 1 Desember 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mendorong umat kristiani untuk meminta tolong kepada Tuhan setiap kali mereka merasakan bahwa mereka dapat menghalangi rahmat-Nya. Menemukan inspirasi dalam doa pembukaan Misa hari itu : "Semoga rahmat-Mu mengatasi kendala-kendala yang disebabkan oleh dosa-dosa kami", Paus Fransiskus mengatakan kita masing-masing memiliki kendala-kendala dalam hati kita yang menghalangi rahmat Allah.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 29 November 2016 : KERENDAHAN HATI KRISTIANI ADALAH KEUTAMAAN "SEPERTI ANAK KECIL"

Bacaan Ekaristi : Yes 11:1-10; Mzm 72:2-13,17; Luk 10:21-24.

Kerendahan hati Kristiani yang sesungguhnya adalah keutamaan seperti anak kecil dan tidak pernah merupakan kerendahan hati yang dibuat-buat. Paus Fransiskus mengatakan hal tersebut dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 29 November 2016 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.