Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PERINGATAN 25 TAHUN WAFATNYA USKUP DON TONINO BELLO DI MOLFETTA, PUGLIA (ITALIA) 20 April 2018 : ROTI DAN SABDA, DUA UNSUR UTAMA KEHIDUPAN KRISTIANI

Bacaan Ekaristi : Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59.

Bacaan-bacaan yang kita dengar menyajikan dua unsur utama kehidupan kristiani : Roti dan Sabda.

Roti. Roti adalah makanan penting untuk hidup dan Yesus dalam Injil menawarkan diri-Nya kepada kita sebagai Roti hidup, seolah-olah memberi tahu kita: "Kamu tidak dapat hidup tanpa Aku". Dan Ia menggunakan ungkapan yang kuat : “makan daging Putra Manusia dan minum darah-Nya” (bdk. Yoh 6:53). Apa artinya? Bagi hidup kita, masuk ke dalam hubungan pribadi yang hayati dengan-Nya adalah penting. Daging dan darah. Ekaristi adalah ini : bukan ritus yang indah, tetapi persekutuan yang paling intim, paling nyata, dan paling mengejutkan yang dapat dibayangkan bersama Allah : persekutuan kasih yang begitu nyata sehingga persekutuan tersebut membutuhkan bentuk makan. Kehidupan kristiani dimulai setiap kali dari sini, dari meja ini, di mana Allah memuaskan kita dengan kasih. Tanpa Dia, Roti hidup, setiap upaya dalam Gereja sia-sia, seperti diingatkan Don Tonino Bello : “Karya-karya amal tidaklah cukup, jika tidak ada karya amal. Jika tidak ada kasih yang daripadanya karya-karya bertolak, jika tidak ada sumbernya, jika tidak ada titik awal yakni Ekaristi kurang, pelaksanaan pastoral hanyalah pengadukan berbagai hal”.[1]

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 19 April 2018 : PENGINJILAN ADALAH KARYA ROH KUDUS

Bacaan Ekaristi : Kis 8:26-40; Mzm 66:8-9.16-17.20; Yoh 6:44-51

Dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi 19 April 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa setiap orang kristiani memiliki kewajiban dan perutusan yang harus dicapai, yakni penginjilan. Beliau menggunakan kisah kegiatan penginjilan Filipus dalam Bacaan Pertama liturgi hari itu (Kis 8:26-40) untuk menjelaskan penginjilan tersebut dengan mempergunakan tiga kata kunci : “Bangunlah”, “dekatliah”, dan “mulailah dengan keadaan yang sebenarnya".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 17 April 2018 : GEREJA MEMBUTUHKAN PARA NABI

Bacaan : Kis 7:51-8:1a; Mzm 31:3c-4.6ab.7b.8a.17.21ab; Yoh 6:30-35

Dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi 17 April 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus merenungkan Bacaan Pertama liturgi hari itu (Kis 7:51-8:1a) yang menceritakan Stefanus menuding orang-orang, tua-tua dan para ahli Taurat sebagai orang-orang yang keras kepala yang selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyang mereka, mereka menganiaya para nabi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 16 April 2018 : MENGIKUTI YESUS KARENA IMAN, BUKAN DEMI KEPENTINGAN DIRI SENDIRI

Bacaan Ekaristi : Kis 6:8-15; Mzm 119:23-24.26-27.29-30; Yoh 6:22-29

Dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 16 April 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan ada dua cara untuk mengikuti Yesus : demi kepentingan diri sendiri dalam mukjizat-mukjizat-Nya atau melalui iman dalam sabda-Nya. Paus Fransiskus memperingatkan agar tidak mengikuti Yesus demi kepentingan pribadi dalam mukjizat-mukjizat-Nya ketimbang melalui iman dalam sabda-Nya. Beliau juga mengundang kita untuk menyegarkan ingatan kita akan hal-hal luar biasa yang telah dilakukan Allah dalam kehidupan kita, agar menanggapinya dengan kasih.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI PAROKI SANTO PAULUS DARI SALIB, CORVIALE (ROMA) 15 April 2018 : IMAN AKAN KEBANGKITAN MEMBUAT HATI BERTUMBUH MUDA

Bacaan Ekaristi : Kis. 3:13-15,17-19; Mzm. 4:2,4,7,9; 1Yoh. 2:1-5a; Luk. 24:35-48

Dalam Misa di Paroki Santo Paulus dari Salib, Corviale (Roma), pada hari Minggu 15 April 2018, Paus Fransiskus memusatkan homilinya pada Bacaan Injil liturgi hari itu (Luk 24:35-48) yang menceritakan Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Paus Fransiskus mencatat bahwa meskipun mereka ragu, para murid mengetahui bahwa Yesus telah bangkit.