Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA BERSAMA PARA PEKERJA PUSAT INDUSTRI VATIKAN 7 Juli 2017 : BERIKANLAH DOSA-DOSA KITA KEPADA YESUS

Bacaan Ekaristi : Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas undangan untuk merayakan Misa ini bersama kalian, para pekerja. Yesus datang, Ia memahami apa pekerjaan kita, Ia sangat memahami kita; Ia sungguh sangat memahami kita. Saya juga ingin memanjatkan doa untuk Sandro [Mariotti] kita yang tercinta. Kemarin ayahnya meninggalkan kita. Ayahnya bekerja di sini, di Vatikan. Ia meninggal sebagai orang benar ... Ia bersama teman - temannya berada di pantai dan ...

Mari kita berdoa untuk ayah Sandro dan untuk Sandro.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA SANTO PETRUS DAN SANTO PAULUS 29 Juni 2017 : KEHIDUPAN SEORANG RASUL MERUPAKAN PENGAKUAN, PENGANIAYAAN DAN DOA

Bacaan Ekaristi : Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2 Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19.

Liturgi hari ini menawarkan tiga kata penting untuk kehidupan seorang rasul : pengakuan, penganiayaan dan doa.

Pengakuan. Petrus melakukan pengakuan imannya dalam Injil, ketika pertanyaan Tuhan beralih dari umum menjadi khusus. Pada awalnya, Yesus bertanya : "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" (Mat 16:13). Hasil "jajak pendapat" ini menunjukkan bahwa Yesus secara luas dianggap sebagai nabi. Kemudian Sang Guru mengajukan pertanyaan yang menentukan kepada murid-murid-Nya : "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (ayat 15). Pada titik ini, Petrus sendiri menjawab : "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (ayat 16). Mengakui iman berarti hal ini : mengakui di dalam diri Yesus Mesias yang telah lama dinanti-nantikan, Allah yang hidup, Tuhan kehidupan kita.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 25 TAHUN TAHBISAN EPISKOPALNYA DI KAPEL PAULINE, VATIKAN, 27 Juni 2017

Dalam Bacaan Pertama, kita mendengar bagaimana dialog berlanjut antara Allah dan Abraham, dialog yang dimulai dengan "Pergilah dari negerimu ..." (Kej 12:1) itu. Dan dalam kelanjutan dialog ini, kita menemukan tiga perintah : "Bangkitlah!", "Lihatlah!", "Berharaplah!". Tiga perintah yang menandai jalan yang harus dilakukan Abraham dan juga jalan untuk melakukannya, sikap batin : bangkit, melihat, berharap.

"Bangkitlah!" Bangkitlah, berjalanlah, janganlah diam saja. Kamu memiliki sebuah perutusan, kamu memiliki sebuah perutusan dan kamu harus melakukannya di jalan. Janganlah duduk diam : bangkitlah; berdirilah. Dan Abraham mulai berjalan, selalu di jalan. Dan lambang dari hal ini adalah tenda. Kitab Kejadian mengatakan bahwa Abraham pergi dengan tenda, dan ketika ia berhenti, tenda itu ada di sana. Abraham tidak pernah membuat sebuah rumah untuk dirinya sendiri sementara ada perintah ini : "Bangkitlah!" Ia hanya membangun sebuah mezbah, benda satu-satunya, untuk menyembah Dia yang telah memerintahkannya untuk bangkit, berada di jalan, dengan tenda. "Bangkitlah!".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 26 Juni 2017 : ORANG KRISTIANI TIDAK PERLU MEMBACA HOROSKOP UNTUK MERAMALKAN MASA DEPAN

Bacaan Ekaristi : Kej. 12:1-9; Mzm. 33:12-13,18-19,20,22; Mat. 7:1-5.

Dalam homilinya selama Misa harian Senin pagi 26 Juni 2017 - Misa harian terakhir sebelum liburan musim panas dan kunjungan apostoliknya ke Kolombia 6-11 September 2017 - Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang-orang kristiani tidak perlu membaca horoskop atau berkonsultasi dengan para peramal untuk meramalkan masa depan; tetapi mengizinkan Allah membimbing mereka dalam sebuah perjalanan yang penuh dengan kejutan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 23 Juni 2017 : TUHAN MEMILIH ORANG-ORANG KECIL

Bacaan Ekaristi : Ul 7:6-11; Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.10; 1 Yoh 4:7-16; Mat 11:25-30

Untuk mendengarkan suara Tuhan, kalian perlu menjadikan diri kalian kecil. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 23 Juni 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Hari itu liturgi Gereja bertepatan dengan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus.