Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PENUTUPAN HARI ORANG MUDA SEDUNIA DI KAMPUS MISERICORDIAE (KRAKOW - POLANDIA) 31 Juli 2016

Orang-orang muda yang terkasih, kalian telah datang ke Krakow untuk bertemu Yesus. Injil hari ini berbicara kepada kita persisnya tentang pertemuan antara Yesus dan seorang bernama Zakheus, di Yeriko (bdk. Luk 19:1-10). Di sana Yesus tidak hanya berkhotbah atau menyapa orang-orang; sebagaimana dikatakan Penginjil, Ia berjalan terus melintasi kota (ayat 1). Dengan kata lain, Yesus ingin mendekat kepada kita secara pribadi, menyertai perjalanan kita hingga akhir, sehingga hidup-Nya dan hidup kita benar-benar dapat bertemu.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA UNTUK PARA IMAM, PELAKU HIDUP BAKTI DAN SEMINARIS DI TEMPAT SUCI SANTO YOHANES PAULUS II (KRAKOW - POLANDIA) 30 Juli 2016

Kata-kata dari Injil yang baru saja kita dengar (bdk. Yoh 20:19-31) berbicara kepada kita tentang sebuah tempat, seorang murid dan sebuah kitab.

Tempat adalah di mana para murid berkumpul pada Paskah malam; kita hanya membaca bahwa pintu-pintunya tertutup (bdk. ayat 19). Delapan hari kemudian, murid-murid sekali lagi berkumpul di sana, dan pintu-pintu masih terkunci (bdk. ayat 26). Yesus masuk, berdiri di tengah-tengah mereka dan membawakan mereka damai sejahtera-Nya, Roh Kudus dan pengampunan dosa : dalam sebuah kata, kerahiman Allah. Di balik pintu-pintu yang tertutup ada gema panggilan Yesus kepada para pengikut-Nya: "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (ayat 21).

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PERINGATAN 1050 TAHUN BAPTISAN POLANDIA DI BIARA JASNA GORA, CZESTOCHOWA (POLANDIA) 28 Juli 2016


Dari Bacaan-bacaan Liturgi ini sebuah jalinan ilahi muncul, jalinan yang melalui sejarah manusia dan merangkai sejarah keselamatan.

Rasul Paulus mengatakan kepada kita tentang rencana agung Allah : "Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Putra-Nya, yang lahir dari seorang perempuan" (Gal 4:4). Namun sejarah mengatakan kepada kita bahwa ketika "genap waktunya" ini telah tiba, ketika Allah menjadi manusia, umat manusia terutama tidak bersikap baik, ataupun bahkan tidak ada periode stabilitas dan perdamaian : tidak ada "Abad Keemasan". Skenario dunia ini tidak memantaskan kedatangan Allah; malahan, "orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya" (Yoh 1:11). Jadi kegenapan waktu merupakan sebuah karunia rahmat : Allah menggenapi waktu kita karena kelimpahan kerahiman-Nya. Karena kasih semata Ia meresmikan kegenapan waktu.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA SANTO PETRUS DAN SANTO PAULUS DI BASILIKA SANTO PETRUS, VATIKAN - 29 Juni 2016

Bacaan Ekaristi : Kis 12:1-12; Mzm 34; 2Tim 4:6-8, 17-18; Mat 16:13-19

Sabda Allah dalam liturgi hari ini menyajikan kontras pokok yang jelas antara menutup dan membuka. Bersama dengan gambaran ini kita dapat memikirkan lambang kunci yang dijanjikan Yesus kepada Simon Petrus sehingga ia bisa membuka pintu masuk ke kerajaan surga, dan tidak menutupnya di hadapan orang-orang, seperti beberapa ahli Taurat dan orang Farisi yang munafik yang dicela Yesus (bdk. Mat 23:13).

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI GYUMRI, ARMENIA 25 Juni 2016

"Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad ... mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh" (Yes 61:4). Di tempat ini, saudara dan saudari yang terkasih, kita dapat mengatakan kata-kata Nabi Yesaya itu telah terjadi. Setelah kehancuran yang mengerikan akibat gempa bumi, kita berkumpul hari ini untuk bersyukur kepada Allah atas semua yang telah dibangun kembali.

Namun kita juga mungkin bertanya-tanya : apa yang sedang diminta Tuhan kepada kita untuk dibangun hari ini dalam kehidupan kita, dan bahkan lebih penting, di atas apakah ia sedang memanggil kita untuk membangun kehidupan kita? Dalam mencari jawaban atas pertanyaan ini, saya ingin menganjurkan tiga landasan yang kokoh yang di atasnya kita tanpa lelah dapat membangun dan membangun kembali kehidupan Kristen.